Tampilkan postingan dengan label OpenERP Odoo Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OpenERP Odoo Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Oktober 2018

Setup Awal Odoo 11 (1)

Pada kesempatan kali ini saya akan sharing cara memulai Setup Odoo 11 dari awal setelah dilakukan Instalasi.
Bagi anda yang belum mengikuti cara install Odoo klik link di bawah ini:




Setelah berhasil install anda bisa menghubungi alamat http://localhost:8069/ via browser atau sesuai alamat IP PC anda untuk segera memulai Odoo.

>> Membuat database baru :

Gambar 1 membuat database baru

Masukkan data yang diperlukan (untuk master password defaultnya blank/kosong dan bisa diset sesuai kebutuhan) lalu klik continue dan tunggu sampai proses selesai.
*bila anda mencentang kolom load demonstration data, maka odoo juga akan menginstall demo-data perusahaan yang sudah berisi beberapa transaksi dan produk.

Setelah proses selesai silahkan login dengan username dan password yang telah dibuat sebelumnya, anda akan masuk di menu administrasi odoo dan secara default menjadi Super User untuk admin Odoo. Anda akan diarahkan ke halaman apps untuk menginstall modul-modul yang anda butuhkan.

Gambar 2. Menu apps Odoo

Anda bisa menginstal modul satu demi satu dengan klik tombol install atau bisa juga install sekaligus dengan mengubah view di kanan atas, pilih yang akan diinstall lalu klik Base:modul immediate install. Dalam tutorial ini saya akan menginstall semua modul.

Gambar 3. Mengubah view dan install beberapa modul sekaligus

Setelah semua modul terinstal, tekan F5 untuk refresh halaman dan silahkan masuk menu setting. Disana akan tampak informasi-informasi  dasar tentang Odoo anda. Untuk pertama kali, biasanya bagi anda yang kesulitan memahami karena bahasa yang digunakan, anda bisa menuju menu Load a Translation dan silahkan load bahasa yang mudah anda pahami, kali ini saya akan coba load bahasa Indonesia (untuk translation bahasa Indonesia saya menjumpai ada beberapa terjemahan yang belum sempurna dan mungkin ada beberapa terjemahan yang menggunakan kata terlalu panjang sehingga malah merusak kenyamanan tampilan Odoo).

Gambar 4. Menu setting

Lalu pada menu implementation, disitu tertera prosentase implementasi yang telah anda lakukan terhadap Odoo, silahkan anda klik di bagian invoicing, klik next step dan akan anda lihat halaman yang mengharuskan anda mengisi data-data dasar perusahaan anda (logo, nama perusahaan, alamat, nomor pajak, mata uang, terms & condition, payment) silahkan diisi sesuai dengan data perusahaan anda masing2.

Gambar 5. My Company basic

*Khusus untuk field currency, untuk bisa merubah ke mata uang lain (misalnya Rupiah), anda harus  lebih dahulu mengaktifkan developer mode dari menu setting.

1. Klik Activate developer mode -- refresh (F5) -- pilih menus Users
2. Pilih administrator -- klik edit -- pada bagian extra right akan anda temukan multi currency -- beri centang pada kolom multi currencies.

Setelah melakukan langkah di atas, klik pada menu invoicing -- configuration -- accounting dan akan anda temukan menu currency, silahkan dipilih dan diset sesuai mata uang yang anda gunakan dalam transaksi.

Lalu next step pada implementation system, anda diharuskan mengisi Akun Bank. Klik setup your bank accounts, lalu isilah data-data bank yang anda gunakan, Akun Bank ini juga bisa digunakan untuk transaksi via Point of Sale (Kasir) dengan cara mencentang kolom use in point of sale.

Gambar 6. Membuat akun bank

Setelah membuat akun bank, anda bisa melihat Chart of Account dengan cara mengaktifkan developer mode -- users -- show full accounting features, lalu klik menu invoicing -- configuration -- accounting -- Chart of Account. Jika langkah yang anda lakukan benar, maka di menu Chart of Account sudah terdaftar akun bank seperti yang anda buat tadi.

Bersambung...





































Selasa, 28 Agustus 2018

Instalasi Odoo 11 Ubuntu dan Windows

Tak terasa 4 tahun sudah sejak OpenERP merubah nama menjadi Odoo yang sekaligus bersamaan dengan dirilisnya Odoo 8 pada September 2014, dan kini salah satu Opensource ERP (ERP yang dapat digunakan dan dikembangkan secara gratis) tersebut telah mengembangkan diri dengan pesat dengan dirilisnya Odoo 11.

Odoo 11 sendiri telah mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek. Perbaruan tampilan, upgrade pada beberapa modul, hingga waktu loading yang lebih cepat, semua itu membuat Odoo tetap menjadi pilihan yang terlalu menarik, tidak hanya karena sifat opensource-nya yang gratis namun juga karena berbagai keunggulan tersebut. Odoo 11 community version juga selalu mendapatkan update setiap hari dari komunitas Odoo untuk bug fixed ataupun sekedar penyempurnaan modul yang bisa didapatkan di link https://nightly.odoo.com/11.0/nightly/ 

Seperti biasa, Odoo 11 bisa diinstall pada Sistem Operasi Windows dalam paket .exe ataupun di Sistem Operasi Linux dalam paket debian. 
Jika menggunakan OS Windows, anda hanya perlu melakukan download pada link https://nightly.odoo.com/11.0/nightly/exe/ silahkan cari versi terbarunya dan tinggal dieksekusi maka secara otomatis installer akan meng-install semua paket yang dibutuhkan Odoo. Setelah semua selesai, anda bisa buka browser dan ketik http://localhost:8069/ , atau jika PC anda menggunakan alamat IP Statik misalnya 192.168.100.5 maka anda bisa ketik pada browser anda http://192.168.100.5:8069/ , jika semuanya instalasi berjalan normal tanpa pesan error, seharusnya Odoo sudah bisa dibuka di browser anda.

Pada beberapa pengguna termasuk saya, meng-install Odoo 11 pada OS Windows ada beberapa kekurangan, diantaranya ada ancaman virus dan yang paling vital adalah penurunan kecepatan yang cukup besar. Kalau dibanding menggunakan Ubuntu Server, saya merasakan ada selisih waktu loading sekitar 20-30 persen lebih lambat, itu terjadi karena pada dasarnya OS Windows sendiri sudah memakan resource yang cukup besar dibanding OS Ubuntu. Bagi anda yang memutuskan melakukan instalasi Odoo 11 pada Ubuntu, anda bisa melakukan instalasi dengan cara manual seperti ulasan saya di link http://satu-logika.blogspot.com/2016/08/instalasi-odoo-openerp-9-pada-ubuntu.html atau bisa juga memilih instalasi otomatis yang disediakan odoo dengan cara :

1. Buka terminal Ubuntu, ketik perintah untuk berjalan sebagai root

sudo su root

lalu masukkan password jika ada.

2. Mendapatkan odoo key dari odoo nightly dan melakukan eksekusi instalasi odoo, ketik perintah berikut secara berurutan

wget -O - https://nightly.odoo.com/odoo.key | apt-key add - [enter]

echo "deb http://nightly.odoo.com/11.0/nightly/deb/ ./" >> /etc/apt/sources.list.d/odoo.list [enter]

apt-get update [enter]

apt-get install odoo [enter]

Setelah itu akan ada progress instal yang membutuhkan koneksi internet. Tunggu saja hingga selesai.

Jika sudah selesai, hingga tahap ini seharusnya Odoo sudah bisa dijalankan di browser dengan mengetik http://localhost:8069/ atau sesuai alamat ip PC anda.


contoh tampilan odoo di browser setelah instalasi

Sekian ulasan saya mengenai Odoo 11, semoga bermanfaat. Salam.






















Senin, 29 Agustus 2016

Instalasi Odoo / OpenERP 9 pada Ubuntu

Perlu anda ketahui bahwa Odoo 9 dilengkapi dengan Fitur E-Commerce yang terintegrasi dengan modul-modul yang ada di dalamnya. Nah pertanyaan yang sering muncul dari beberapa teman saya adalah bagaimana langkah untuk mem-publish All in One Odoo di Internet (termasuk fitur E-Commerce yang terintegrasi secara penuh dengan modul-modul lainnya) dengan tujuan untuk memiliki sebuah website E-Commerce sekaligus mengelola Keuangan beserta Aset perusahaan.

Langkah-Langkah yang dimungkinkan ada 2:

1. Anda menyewa bandwidth dari Internet Service Provider (ISP) semisal dari TELKOM, Biznet, MNC, G-Media dll.

Bandwidth yang direkomendasikan disini bukan yang bersifat Upto dengan Dynamic IP (seperti yang sering anda temui di iklan-iklan ISP murah), melainkan paket bandwidth yang bersifat dedicated dengan Static IP Public. Tujuannya adalah jaminan kecepatan yang stabil dan kemudahan mengelola IP dan domain. Perlu diingat bahwa Odoo bukan hanya website E-Commerce, tetapi juga ERP dengan banyak modul yang memungkinkan Pengelolaan Keuangan dan Aset perusahaan dalam satu aplikasi, dan tentu saja setiap departemen perusahaan dapat diberi kewenangan masing-masing untuk meng-akses aplikasi ini. Inilah yang menjadikan kestabilan bandwidth menjadi mutlak diperlukan, bayangkan bila terdapat 10 user yang meng-akses bagian dalam perusahaan (diluar user E-Commerce) tentu anda tidak mau pembuatan surat mutasi gudang atau pembuatan invoice terganggu gara-gara masalah kekurangan bandwidth kan.

Dan dedicated bandwidth yang saya maksudkan diatas sama sekali tidak murah...!! Sepengetahuan saya harga dedicated bandwidth 2 - 10Mbps ada di kisaran 2 - 20 Juta Rupiah/Bulan. Anda bisa bandingkan dengan iklan-iklan paket bandwidth murah di berbagai media seperti Telkom Indihome, MNC Play dll dimana untuk paket Upto 10Mbps harganya ada di kisaran 200-500ribuan saja/Bulannya.

Setelah permasalahan bandwidth teratasi, anda bebas mau install Aplikasi Odoo di Windows atau Linux, lalu anda tinggal beli domain dan dipasangkan ke alamat IP Public dari ISP yang anda sewa.

2. Anda menyewa sebuah Virtual Private Server (VPS) dari Perusahaan penyedia Hosting misalnya Niagahoster, Rumahweb dll.

Untuk Opsi kedua ini anda tidak perlu repot memikirkan bandwidth, dan maintenance hardware server, karena seolah-olah anda memiliki server pribadi yang dapat anda akses dari mana saja asalkan punya koneksi internet yang cukup.

Harga yang ditawarkan teknologi VPS ini tergolong terjangkau, paling murah ada di kisaran 150ribu-an/Bulan tergantung spesifikasi hardware dan bandwidth yang anda pilih. Jadi untuk awal implementasi Odoo, paling tidak anda membutuhkan dana 150ribu/Bulan plus pembelian domain 200-400ribu/Tahun.

Permasalahan yang timbul dari VPS ini adalah sebagian besar perusahaan/situs yang menyewakannya hanya menggunakan OS Linux dan tidak menyertakan OS Windows (mungkin karena pertimbangan biaya licensi Windows yang cukup mahal dan berimbas ke harga jual VPS yang juga lebih mahal ketika memilih menggunakan VPS berbasis Windows).

Untuk alasan itulah kali ini kita akan sama-sama belajar instalasi Odoo/OpenERP 9 di OS berbasis Linux khususnya Ubuntu.
Langkah-langkah ini sudah saya coba dan berhasil di OS Ubuntu versi 14.04LTS, 15.10, dan 16.04 LTS. Sebelum mengikuti tutorial ini, saya asumsikan anda sudah berhasil meng-install Ubuntu pada PC atau bisa juga di Virtual machine supaya lebih aman.



Bagaimana langkah-langkahnya? Langsung saja...

1. Membuat Odoo user :
sebelumnya anda gunakan user account root untuk ubuntu dengan mengetik di terminal

sudo su root

anda akan diminta memasukkan password
Lalu ketik perintah untuk membuat user Odoo

adduser --system --quiet --shell=/bin/bash --home=/opt/odoo --gecos 'odoo' --group odoo

2. Membuat directory untuk config file dan logs

mkdir /etc/odoo/

mkdir /var/log/odoo/

mkdir /opt/odoo/odoo/

3. Menginstall aplikasi-aplikasi terbaru yang dibutuhkan untuk menjalankan odoo, termasuk database postgreSQL terbaru versi 9.5

apt-get update && apt-get upgrade -y && apt-get install postgresql postgresql-server-dev-9.5 build-essential python-imaging python-lxml python-ldap python-dev libldap2-dev libsasl2-dev npm nodejs git python-setuptools libxml2-dev libxslt1-dev libjpeg-dev python-pip gdebi -y

4. Cloning/copy odoo dari github.com ke directory opt/odoo/odoo, ketikan perintah

git clone --depth=1 --branch=9.0 https://github.com/odoo/odoo.git /opt/odoo/odoo

langkah ini membutuhkan waktu yang cukup lama tergantung koneksi internet anda.
atau bisa juga dengan download file di sini lalu copy secara manual di directory opt/odoo/odoo

5. Memberi akses ke user odoo untuk install requirements.txt dari odoo

chown odoo:odoo /opt/odoo/ -R

chown odoo:odoo /var/log/odoo/ -R

cd /opt/odoo/odoo && pip install -r requirements.txt

jika mengalami error di langkah ini, buka file requirements.txt dan hilangkan semua versi dari aplikasi yang tertera (contoh : babel==1.2.3 diubah menjadi -> babel).

6. Menginstall nodejs

npm install -g less less-plugin-clean-css -y && sudo ln -s /usr/bin/nodejs /usr/bin/node

7. Menginstall wkhtmltopdf untuk mengkonversi report-report dari Odoo berbentuk html ke pdf (misalnya invoice, mutasi barang dll)

cd /tmp && wget http://download.gna.org/wkhtmltopdf/0.12/0.12.2.1/wkhtmltox-0.12.2.1_linux-trusty-amd64.deb && sudo gdebi -n wkhtmltox-0.12.2.1_linux-trusty-amd64.deb && rm wkhtmltox-0.12.2.1_linux-trusty-amd64.deb

Selanjutnya ketik

sudo ln -s /usr/local/bin/wkhtmltopdf /usr/bin/ && ln -s /usr/local/bin/wkhtmltoimage /usr/bin/ 

8. Menginstall GeoIP (optional saja, tidak dilakukan tidak apa-apa) yang fungsinya sebagai acuan untuk mengidentifikasikan lokasi geografis sebuah obyek.

wget -N http://geolite.maxmind.com/download/geoip/database/GeoLiteCity.dat.gz && gunzip GeoLiteCity.dat.gz && mkdir /usr/share/GeoIP/ && mv GeoLiteCity.dat /usr/share/GeoIP/

9. Membuat User untuk database PostgreSQL

sudo su - postgres -c "createuser -s odoo"

10. Membuat odoo configuration file

sudo su - odoo -c "/opt/odoo/odoo/odoo.py --addons-path=/opt/odoo/odoo/addons -s --stop-after-init"

Kemudian ketik,

sudo mv /opt/odoo/.openerp_serverrc /etc/odoo/openerp-server.conf

11. Menjadikan odoo sebagai services

sudo cp /opt/odoo/odoo/debian/init /etc/init.d/odoo && chmod +x /etc/init.d/odoo

sudo ln -s /opt/odoo/odoo/odoo.py /usr/bin/odoo.py

sudo update-rc.d -f odoo 20 2 3 4 5

12. Restart service odoo

sudo service odoo restart

13. Selesai, anda bisa buka browser dan ketikkan alamat localhost:8069 atau ipaddres:8069



Jika semua lancar tidak ada error seharusnya anda sudah bisa mengakses odoo seperti gambar diatas.


Sekian...

Kamis, 11 Agustus 2016

Instalasi Odoo/OpenERP 9 Pada Windows

Melanjutkan postingan saya sebelumnya tentang Odoo, sekarang saatnya kita mencoba melakukan instalasi Odoo 9.

Yang pertama harus diketahui, Aplikasi Odoo support dan dapat digunakan pada :
  • Sistem Operasi Windows
    • Win 7
    • Win 8
    • Win 8.1
    • Win 10
    • Win Server 2008
    • Win Server 2012

  • Sistem Operasi Linux
    • Ubuntu 14.04
    • Ubuntu 15.10
    • Ubuntu 16.04

Sepengalaman saya, untuk OS Windows, tutorial ini dapat digunakan di hampir segala jenis windows. Sedangkan untuk OS Linux, Saya baru mencoba untuk 3 Jenis OS Ubuntu seperti tersebut di atas.

Pada Tutorial kali ini akan saya jelaskan step by step instalasi Odoo pada Sistem Operasi Windows

Langsung saja ya..

Langkah 1 :
Download odoo terbaru. Ada 2 Cara :
  1. Kunjungi situs resminya di https://www.odoo.com/page/download lalu silahkan ikuti langkah-langkah yang ditunjukkan.
  2. Melalui Link alternatif dengan klik di sini 
Setelah download selesai anda akan mendapatkan file berbentuk .exe yang bisa langsung anda jalankan,


Lalu ikuti langkah yang ada sampai diberi pilihan Type of Install, jika anda belum berpengalaman menginstall odoo silahkan langsung pilih All in One, namun jika pada PC anda sudah terdapat Database PostgreSQL dan anda berencana melakukan konfigurasi sendiri silahkan pilih Server Only.


Klik Next... setelah itu anda diminta mengisi konfigurasi database beserta username dan password


Lalu klik next, dan terakhir anda diminta menentukan letak folder dimana anda akan melakukan instalasi Odoo, letak default ada di program files(x86), lalu klik install dan tunggu sampai selesai...

Setelah selesai, jika tak ada masalah anda bisa langsung buka browser dan ketik alamat http://localhost:8069 atau bisa juga dengan ketik alamatIP:8069 sebagai contoh IP saya 192.168.1.2:8069.

Selanjutnya secara default jika anda belum pernah membuat database odoo, anda akan langsung diarahkan ke alamat http://192.168.1.2:8069/web/database/manager atau http://localhost:8069/web/database/manager

Berikut Tampilannya, jika sudah tampil seperti ini berarti anda telah sukses melakukan instalasi Odoo/OpenERP 9


Untuk membuat database baru silahkan isi Database Name, Email, Password, Language dan Country disesuaikan keinginan Anda.

NB:
  1. Setelah anda membuat database baru anda akan langsung Ter-Login sebagai administrator, jika anda LogOut dan ingin masuk kembali ke aplikasi silahkan gunakan email dan password yang sudah anda buat sebelumnya.
  2. Setelah membuat database baru, apabila anda ketikkan alamat pada browser http://localhost:8069 atau http://192.168.1.2:8069 anda akan langsung di-direct ke halaman login dari database yang anda buat, untuk melakukan pengaturan database (create, backup, delete) anda harus mengetikkan alamat lengkapnya di http://192.168.1.2:8069/web/database/manager atau http://localhost:8069/web/database/manager

Sekian.

Selasa, 17 Mei 2016

OpenERP - Odoo

Odoo atau yang dulu disebut OpenERP adalah salah satu dari sekian banyak software ERP (Enterprise Resource Planning) yang populer dan memiliki jutaan user di seluruh dunia. Saya pribadi mulai mengenal OpenERP pada tahun 2013 yang saat itu masih disebut OpenERP 7, sampai sekarang telah muncul odoo 10 dan odoo 11 yang sudah mengalami peningkatan signifikan di fitur dan kecepatan loading. Odoo adalah aplikasi yang bersifat Opensource, dan karena sifatnya Opensource siapapun berhak mendownload, menggunakan bahkan mengembangkan software/aplikasi ini secara gratis alias tidak berbayar (tentu saja khusus untuk versi community yang dikembangkan oleh komunitas odoo di seluruh dunia). Pihak pengembang Odoo mendapatkan keuntungan dari Versi Enterprise atau Versi Online dan layanan implementasi. Komunitas Odoo di Indonesia tergolong masih minim, karena itu bagi anda yang berada di Indonesia akan merasa cukup sulit untuk mendapatkan tutorial atau dokumentasi dalam bahasa Indonesia, akan tetapi dalam situs resmi di www.odoo.com  sebenarnya telah dijelaskan cukup lengkap mulai instalasi sampai custom modul dalam Odoo.

https://www.odoo.com/documentation/8.0 (untuk versi 8)
https://www.odoo.com/documentation/9.0 (untuk versi 9)
https://www.odoo.com/documentation/10.0 (untuk versi 10)
https://www.odoo.com/documentation/11.0 (untuk versi 11)

Bagi saya pribadi Odoo masih yang terbaik dibandingkan dengan ERP Opensource yang lain baik dalam segi fitur, kecepatan, maupun juga kemudahan. Satu aplikasi Odoo bisa berisi puluhan database perusahaan dengan karakter yang berbeda, jadi untuk mengelola grup bisnis yang terdiri dari beberapa perusahaan kita cukup melakukan instalasi Odoo sekali dan selanjutnya tinggal set-up database, bahkan juga dimungkinkan mengelola grup bisnis dalam satu database karena adanya fitur multi company. Ketika masih dalam tahap belajar dan kita membuat kesalahan pengaturan yang menyebabkan eror, kita tidak perlu melakukan instal ulang cukup menghapus database lama dan membuat database yang baru. Odoo adalah aplikasi ERP yang modular artinya terdiri dari beberapa modul secara terpisah tapi tetap dapat terintegrasi satu sama lain, beberapa modulnya antara lain modul Accounting, modul Marketing, modul Sales, modul Human Resource (HR), modul Payroll, modul Warehouse dan ratusan modul lain yang bisa kita pilih menyesuaikan dengan skala perusahaan serta karakter bisnis yang dijalankan. Modul satu dengan yang lain dimungkinkan untuk diinstal secara bersamaan atau berbeda waktu, misalnya untuk melakukan instalasi, set-up dan implementasi modul Accounting dibutuhkan waktu satu minggu, lalu pada minggu kedua baru dilakukan instalasi modul HR untuk dilakukan implementasi dst, jadi instalasi masing-masing modul bisa menyesuaikan dengan waktu implementasinya sehingga memudahkan manajemen menyusun target implementasi.

Beberapa Versi Odoo antara lain,

1. Odoo Online dan Odoo Enterprise :

Versi ini adalah Odoo versi komersil yang artinya anda harus membayar untuk menikmati berbagai keunggulan yang ditawarkan. Odoo versi ini memiliki fitur yang sangat lengkap dengan dukungan langsung dari pengembang odoo, pengguna dapat memilih modul-modul yang akan diinstall sesuai kebutuhannya. Tampilan utama softwarenya juga lebih user friendly dan terkesan nyaman digunakan, Odoo juga telah menanamkan dukungan barcode scanner dengan seluruh alur stok keluar masuk barang, selain itu adanya integrasi dengan Ebay, DHL, FedEx, Voip Asterisk dll yang semakin memudahkan pengguna Odoo dalam menjalankan bisnis ataupun mengelola perusahaannya.

Odoo versi ini sangat cocok digunakan oleh Perusahaan skala menengah-besar yang tidak mau repot menyewa tim programmer untuk membuat software sendiri maupun melakukan maintenance terhadap software yang mereka gunakan. Perbedaan Odoo Online dan Odoo Enterprise hanya pada jenis layanan dimana pada versi online, para pengguna menggunakan odoo secara online pada server resmi odoo yang tidak membutuhkan instalasi pada server pribadi, sedangkan pada versi enterprise para pengguna mendapatkan file installer dan kode aktivasi sehingga tetap harus menyediakan server pribadi untuk melakukan instalasi dan set-up aplikasi.



SS Odoo Enterprise

2. Odoo Community :

Versi ini adalah versi Opensource alias gratis, versi ini terus dikembangkan oleh komunitas Odoo di seluruh dunia. Versi ini tidak mendapat support langsung dari Pihak Odoo, oleh karena itu kelangsungan dan dokumentasinya tergantung dari dukungan komunitas. Meskipun gratis, menurut saya pribadi versi ini masih sangat handal dengan fitur yang super melimpah dan lebih dari cukup untuk meng-cover segala kebutuhan integrasi IT perusahaan skala kecil-menengah. Dengan lebih dari 280 modul (installer standar) anda bebas memilih dan mengimplementasi ERP anda sendiri.

Dalam versi ini, bagi anda para programmer, khususnya anda yang mendalami bahasa pemrograman Phyton + XML sangat terbuka juga untuk melakukan modifikasi fitur atau bahkan juga membuat modul sendiri jika dirasa modul yang sudah tersedia masih kurang lengkap. Dalam beberapa kasus yang sempat saya alami memang untuk perusahaan di Indonesia ketika mengimplementasi Odoo versi community akan ada hal-hal yang perlu dimodifikasi seperti print out design invoice, surat jalan dll; lalu juga pengaturan komisi untuk sales yang di luar standar; integrasi dengan absensi sidik jari dan lain sebagainya yang tentu saja membuka peluang bisnis jasa bagi para programmer untuk memodifikasi sekaligus penanaman modul baru.


SS Odoo Community


Ulasan di atas menjelaskan sebagian gambaran tentang OpenERP/Odoo, semoga berguna bagi para pembaca.

Pada tulisan selanjutnya tentang OpenERP, saya akan mengajak para pembaca masuk lebih dalam mengenai fitur Odoo dan saya juga akan sharing tips dan trik sesuai pengalaman saya menggunakan Odoo.

Salam